Tuesday, October 25, 2016

Sejarah Peristiwa Sumpah Pemuda Lengkap

Drogpatravel.biz -Sejarah Peristiwa Sumpah Pemuda Lengkap. Kalian sedang  mendapat tugas untuk mencari asal usul maupun sejarah terjadinya peristiwa sumpah pemuda, maka kalian berada pada blog yang tepat karena disini saya akan memberikan artikel mengenai sejarah sumpah pemuda yang merupakan salah satu peristiwa besar dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.

Sedikit cuplikan bahwa Peristiwa sejarah Soempah Pemoeda atau Sumpah Pemuda merupakan suatu pengakuan dari Pemuda-Pemudi Indonesia yang mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa. Sumpah Pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 hasil rumusan dari Kerapatan Pemoeda-Pemoedi atau Kongres Pemuda II Indonesia yang hingga kini setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda. Baiklah tidak perlu berlama-lama lagi berikut ini adalah Sejarah Peristiwa Sumpah Pemuda selengkapnya, mudah mudahan dapat membantu kalian yang sedang mencari artikel ini.


Sejarah Sumpah Pemuda
Peristiwa sejarah Soempah Pemoeda atau Sumpah Pemuda merupakan suatu pengakuan dari Pemuda-Pemudi Indonesia yang mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa. Sumpah Pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 hasil rumusan dari Kerapatan Pemoeda-Pemoedi atau Kongres Pemuda II Indonesia yang hingga kini setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda

Kongres Pemuda II dilaksanakan tiga sesi di tiga tempat berbeda oleh organisasi Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) yang beranggotakan pelajar dari seluruh wilayah Indonesia. Kongres tersebut dihadiri oleh berbagai wakil organisasi kepemudaan yaitu Jong Java, Jong Batak, Jong, Celebes, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Jong Ambon, dsb serta pengamat dari pemuda tiong hoa seperti Kwee Thiam Hong, John Lauw Tjoan Hok, Oey Kay Siang dan Tjoi Djien Kwie.

Gagasan penyelenggaraan Kongres Pemuda Kedua berasal dari Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggota pelajar dari seluruh Indonesia. Atas inisiatif PPPI, kongres dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam tiga kali rapat.

Rapat pertama, Sabtu, 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Waterlooplein (sekarang Lapangan Banteng). Dalam sambutannya, ketua PPPI Sugondo Djojopuspito berharap kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda. Acara dilanjutkan dengan uraian Moehammad Yamin tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan

Rapat kedua, Minggu, 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop, membahas masalah pendidikan. Kedua pembicara, Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, berpendapat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis.

Pada rapat penutup, di gedung Indonesische Clubgebouw di Jalan Kramat Raya 106, Sunario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Sedangkan Ramelan mengemukakan, gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan.

Adapun panitia Kongres Pemuda terdiri dari :
  • Ketua : Soegondo Djojopoespito (PPPI)
  • Wakil Ketua : R.M. Djoko Marsaid (Jong Java)
  • Sekretaris : Mohammad Jamin (Jong Sumateranen Bond)
  • Bendahara : Amir Sjarifuddin (Jong Bataks Bond)
  • Pembantu I : Djohan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond)
  • Pembantu II : R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)
  • Pembantu III : Senduk (Jong Celebes)
  • Pembantu IV : Johanes Leimena (yong Ambon)
  • Pembantu V : Rochjani Soe'oed (Pemoeda Kaoem Betawi)
  • Peserta :
    1. Abdul Muthalib Sangadji
    2. Purnama Wulan
    3. Abdul Rachman
    4. Raden Soeharto
    5. Abu Hanifah
    6. Raden Soekamso
    7. Adnan Kapau Gani
    8. Ramelan
    9. Amir (Dienaren van Indie)
    10. Saerun (Keng Po)
    11. Anta Permana
    12. Sahardjo
    13. Anwari
    14. Sarbini
    15. Arnold Manonutu
    16. Sarmidi Mangunsarkoro
    17. Assaat
    18. Sartono
    19. Bahder Djohan
    20. S.M. Kartosoewirjo
    21. Dali
    22. Setiawan
    23. Darsa
    24. Sigit (Indonesische Studieclub)
    25. Dien Pantouw
    26. Siti Sundari
    27. Djuanda
    28. Sjahpuddin Latif
    29. Dr.Pijper
    30. Sjahrial (Adviseur voor inlandsch Zaken)
    31. Emma Puradiredja
    32. Soejono Djoenoed Poeponegoro
    33. Halim
    34. R.M. Djoko Marsaid
    35. Hamami
    36. Soekamto
    37. Jo Tumbuhan
    38. Soekmono
    39. Joesoepadi
    40. Soekowati (Volksraad)
    41. Jos Masdani
    42. Soemanang
    43. Kadir
    44. Soemarto
    45. Karto Menggolo
    46. Soenario (PAPI & INPO)
    47. Kasman Singodimedjo
    48. Soerjadi
    49. Koentjoro Poerbopranoto
    50. Soewadji Prawirohardjo
    51. Martakusuma
    52. Soewirjo
    53. Masmoen Rasid
    54. Soeworo
    55. Mohammad Ali Hanafiah
    56. Suhara
    57. Mohammad Nazif
    58. Sujono (Volksraad)
    59. Mohammad Roem
    60. Sulaeman
    61. Mohammad Tabrani
    62. Suwarni
    63. Mohammad Tamzil
    64. Tjahija
    65. Muhidin (Pasundan)
    66. Van der Plaas (Pemerintah Belanda)
    67. Mukarno
    68. Wilopo
    69. Muwardi
    70. Wage Rudolf Soepratman
    71. Nona Tumbel
Rumusan Sumpah Pemuda ditulis Moehammad Yamin pada sebuah kertas ketika Mr. Sunario, sebagai utusan kepanduan tengah berpidato pada sesi terakhir kongres. Sumpah tersebut awalnya dibacakan oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan panjang-lebar oleh Yamin

Isi Dari Sumpah Pemuda Hasil Kongres Pemuda Kedua adalah sebagai berikut :

PERTAMA : Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Bertumpah Darah Yang Satu, Tanah Indonesia).

KEDOEA : Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Berbangsa Yang Satu, Bangsa Indonesia).

KETIGA : Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mendjoendjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia).

Dalam peristiwa sumpah pemuda yang bersejarah tersebut diperdengarkan lagu kebangsaan Indonesia untuk yang pertama kali yang diciptakan oleh W.R. Soepratman. Lagu Indonesia Raya dipublikasikan pertama kali pada tahun 1928 pada media cetak surat kabar Sin Po dengan mencantumkan teks yang menegaskan bahwa lagu itu adalah lagu kebangsaan. Lagu itu sempat dilarang oleh pemerintah kolonial hindia belanda, namun para pemuda tetap terus menyanyikannya.

Apabila kita ingin mengetahui lebih lanjut mengenai banyak hal tentang Sumpah Pemuda kita bisa menunjungi Museum Sumpah Pemuda yang berada di Gedung Sekretariat PPI Jl. Kramat Raya 106 Jakarta Pusat. Museum ini memiliki koleksi utama seperti biola asli milik Wage Rudolf Supratman yang menciptakan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta foto-foto bersejarah peristiwa Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 yang menjadi tonggak sejarah pergerakan pemuda-pemudi Indonesia.

Demikian artikel mengenai sejarah sumpah pemuda yang dapat saya bagikan kali ini, mudah-mudahan bermanfaat, terima kasih. Lihat juga Materi tentang sumpah pemuda

Sejarah Peristiwa Sumpah Pemuda Lengkap Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Tri Kuncoro